Hubton Ignite
culture

Source: YouTube Coachella

Dari Bocah YouTube ke Coachella: Cerita Justin Bieber & Pelajaran “Grow Together”

|
Viola Vinifera Wirakusumah

April ini lagi rame banget soal Coachella gak sih? Apalagi headliner-nya, Justin Bieber, musisi global yang udah ditunggu-tunggu performnya dan super hype dibicarain, baik di konser langsung maupun yang nonton lewat live streaming di YouTube 🎤✨

Perjalanan Justin Bieber tuh cukup panjang buat dia sampai terkenal kayak sekarang, dari anak biasa yang upload video di YouTube, sampai akhirnya berdiri di panggung sebesar Coachella, semuanya penuh proses panjang dan yang paling bikin relate, perjalanannya gak selalu mulus.

Justin Bieber mulai debut lewat lagu “One Time” yang akhirnya terkenal dan fenomenal dengan lagu “Baby” di tahun 2010. Lagu-lagunya ramai didengarkan, fans di mana-mana, hidupnya jadi berubah drastis. Tapi di balik itu, dia tetap remaja umur 16 tahun yang masih cari jati diri. Bayangin… lagi fase figuring things out, tapi harus hidup di bawah spotlight dunia. Tekanan dari mana-mana. Relate banget sama kita, kan? Kadang kita juga “dituntut” udah harus sukses sekarang dan nanti, padahal masih proses cari tahu kita tuh sebenarnya siapa dan mau ke mana.

Masuk era album Purpose (akhir 2015), Bieber mulai kelihatan berubah, lebih tenang, lebih sadar diri, dan lebih terbuka soal mental health. Dia gak lagi pura-pura sempurna, tapi mulai jujur sama dirinya sendiri. Di sini kelihatan banget kalau growth itu dimulai dari self-awareness, bukan sekadar pencapaian.

Penampilannya di Coachella menjadi simbol bahwa dia sudah sampai pada titik yang lebih matang, baik secara karier maupun sebagai manusia. Bahkan dia sempat bilang, “The beautiful thing about this journey is that we all kinda grow up together,” yang artinya dia sadar banget kalau perjalanan dia gak sendirian, ada fans yang ikut tumbuh bareng dia 🤝

Description
Source: Pexels

Dari cerita Justin Bieber, ada beberapa pelajaran yang bisa kita ambil

  1. Gak harus langsung jadi hebat
    Semua orang punya timeline masing-masing. Pelan itu tetap progres.
  2. Kenali diri sebelum ngejar target
    Kadang sibuk ngejar IPK, tapi lupa nanya “aku sebenarnya kuat di mana?”
  3. Jatuh itu bagian dari proses
    Jatuh bukan berarti gagal, tapi menjadi pelajaran untuk kita berkembang.
  4. Circle itu berpengaruh banget
    Lingkungan suportif bisa bantu kita naik level 🚀
  5. Grow together > grow alone
    Belajar bareng, diskusi, saling support bikin perjalanan lebih kuat dan gak sepi

Di balik viralnya Justin Bieber, dia juga sempat terlibat banyak kontroversi. Banyak orang cuma lihat sisi buruknya dan pengen nge-judge. Padahal kalau dilihat lebih dalam, itu fase dia lagi struggling, capek, tertekan, dan belum tahu cara menangani semuanya di usia muda. Sebenarnya, kita juga sama aja kayak dia, tapi bedanya, hidup kita gak disorot publik. Kita juga pernah ada di fase “berantakan”, misalnya dapet nilai jelek, salah ambil keputusan, ngerasa lost, dan itu normal.

Dari cerita Justin Bieber, kita bisa simpulin bahwa dia gak tiba-tiba jadi superstar dalam semalam, tapi melalui banyak rintangan dan sikap untuk berani berubah, belajar dari kesalahan, dan tumbuh bareng orang lain. Di dunia kampus juga gitu, bukan siapa yang paling cepat sampai, tapi siapa yang tetap jalan dan terus berkembang 🌱

Biar kamu gak ngerasa sendiri, kita grow bareng, yuk! Ikutin media sosial kita di Instagram @hubtonignite & TikTok @hubtonignite biar kita bisa saling bercengkerama dan share perjalanan kita untuk mencapai masa depan yang kita mau.


← Back to all posts

THE BRIEF

Discover more...